Martapura, Ricek.ID – Banjir yang merendam Kabupaten Banjar sejak akhir 2025 hingga awal 2026 mengakibatkan 1.297 hektare lahan pertanian rusak total atau puso.
Berdasarkan data Dinas Pertanian Banjar per 19 Januari 2026, kerugian materiil diperkirakan melampaui Rp300 juta.
Kepala Dinas Pertanian Banjar, Warsita, merinci bahwa dari total 9.361 hektare lahan yang terdampak, 1.297 hektare di antaranya tidak dapat diselamatkan. Kerusakan juga menyasar 6.445 kilogram benih dan 147 kilogram lacakan.
”Kecamatan Beruntung Baru menjadi wilayah terdampak terparah seluas 991 hektare, disusul Martapura Barat 141 hektare, dan Martapura Timur 121 hektare,” ujar Warsita, Kamis (22/1/2026).
Skema Bantuan dan Asuransi
Menyikapi kondisi tersebut, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) tengah merampungkan pendataan lapangan sebagai basis pengusulan bantuan ke pemerintah daerah maupun pusat.
Warsita menjelaskan, pemerintah akan menyalurkan bantuan berupa benih padi serta sarana prasarana pertanian. Sebagian alat dan mesin pertanian (alsintan) bahkan telah didistribusikan melalui kelompok tani dan brigade pangan.
”Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian terkait program cetak sawah rakyat dan optimalisasi lahan. Semua area terdampak akan diinventarisir,” tambahnya.
Bagi petani yang terdaftar dalam program asuransi, proses klaim sudah mulai berjalan, di antaranya:
• Martapura Barat: 90 hektare lahan.
• Martapura Timur: 24 hektare lahan.
Percepatan Tanam
Selain padi, Dinas Pertanian masih mendata kerusakan pada tanaman hortikultura seperti cabai.
Warsita mengimbau para petani segera melakukan percepatan tanam begitu cuaca membaik, mengingat musim kemarau diprediksi tiba lebih awal.
”Intinya percepatan tanam. Begitu kondisi memungkinkan, langsung olah lahan agar bisa mengejar target dua kali tanam tahun ini,” pungkasnya.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

