Menu

Mode Gelap
Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal Presiden Prabowo Sumbangkan “Rozak” Jadi Hewan Kurban Di Kabupaten Banjar Curas Bermodus Petugas PLN di Banjarbaru, Pelaku Rampas Gelang Emas Korban Kelangkaan BBM Lumpuhkan Transportasi di Kotabaru, Sopir dan Nelayan Terdampak

Kab. Kotabaru · 10 Okt 2025 15:04 WIB

IAI Kotabaru Gelar Workshop Strategi Penanganan Hipertensi


 IAI Kotabaru Gelar Workshop Strategi Penanganan Hipertensi Perbesar

Kotabaru, Ricek.ID – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kolegium Farmasi Kementerian Kesehatan RI, bekerja sama dengan PC Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Kabupaten Kotabaru, sukses menyelenggarakan Workshop Nasional Kefarmasian 2025.

Mengusung tema “Strategi Penanganan Hipertensi yang Efektif,” kegiatan ini digelar pada Minggu, 5 Oktober 2025, di Ballroom Hotel Grand Surya, Kotabaru.

Workshop ini bertujuan memperkuat peran profesi apoteker sebagai mitra strategis dalam menanggulangi hipertensi, yang memiliki prevalensi tinggi di Indonesia. Kegiatan ini diikuti oleh 133 peserta yang terdiri dari Apoteker, Tenaga Vokasi Farmasi, perwakilan BPOM, dan pengurus IAI dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.

Pentingnya Komunikasi dan Kepatuhan Pasien

Ketua IAI Kotabaru, Apt. Lisa Gunawan, menegaskan bahwa apoteker adalah garda terdepan dalam membangun masyarakat sehat. “Apoteker bukan sekadar peracik obat, melainkan mitra masyarakat dalam menjaga kesehatan. Edukasi, pendampingan, dan empati adalah bagian penting dari terapi yang efektif,” ujarnya.

Workshop menghadirkan dua narasumber berpengalaman: Apt. Primadi Avianto, M.Farm.Klin. dan Apt. Rahmat Hidayat Syah, M.Sc.

Dalam paparannya mengenai “Optimalisasi Peran Apoteker dalam Edukasi dan Kepatuhan Terapi Hipertensi,” Apt. Primadi Avianto menyoroti bahwa keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada obat yang tepat, tetapi pada komunikasi efektif dengan pasien.

“Produk obat tidak akan mengubah perilaku pasien tanpa edukasi yang konsisten. Di sinilah peran apoteker menjadi kunci,” tegas Primadi. Ia juga menekankan pentingnya empati apoteker dalam mendampingi pasien memahami terapi jangka panjang, mengingat rendahnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi hipertensi.

Integrasi Herbal dalam Terapi

Sementara itu, Apt. Rahmat Hidayat Syah membahas “Farmakologi Klinis dan Herbal dalam Penanganan Pasien Hipertensi.” Ia menjelaskan potensi herbal medicine seperti bawang putih, rosella, dan jahe sebagai terapi adjuvan (tambahan) dalam kombinasi dengan pengobatan medis dan gaya hidup sehat.

Kegiatan berlangsung aktif dan inspiratif. Peserta menunjukkan antusiasme tinggi melalui diskusi mengenai interaksi obat-herbal, kepatuhan pasien, dan metode edukasi masyarakat, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman antar apoteker di Kalsel.

Melalui workshop ini, peserta mendapatkan SKP Kemenkes dan materi. IAI Kotabaru berharap kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen profesi dalam meningkatkan kualitas dan kompetensi apoteker Indonesia untuk siap menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan pengendalian hipertensi.

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

301 Jamaah Haji Kotabaru Tiba di Embarkasi Banjarmasin

11 Mei 2026 - 07:29 WIB

309 Jamaah Haji Kotabaru Diberangkatkan, Jamaah Termuda Baru 18 Tahun

10 Mei 2026 - 14:39 WIB

HMI Kotabaru–Tanah Bumbu Resmi Dilantik, Siap Kawal Pembangunan Daerah

9 Mei 2026 - 15:46 WIB

Kotabaru Siaga Bencana 2026, Pemkab Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla

7 Mei 2026 - 07:10 WIB

Kotabaru Terbaik di Kalimantan, Menangi Kategori Creative Financing 2026

6 Mei 2026 - 07:45 WIB

Hardiknas 2026 di Kotabaru: Komitmen Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perhatikan Guru Honorer

4 Mei 2026 - 11:29 WIB

Trending di ADVERTORIAL