Martapura, Ricek.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, M. Saidi, mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur di Kecamatan Aluh-Aluh yang kerap diterjang banjir rob. Selain merusak jalan, distribusi bantuan bagi warga terdampak dinilai belum merata.
M. Saidi mengusulkan agar peningkatan kualitas jalan di wilayah tersebut beralih ke penggunaan paving block. Menurutnya, jalan berpaving lebih efektif meminimalkan genangan dan lebih tahan terhadap air dibanding aspal biasa.
“Banjir rob adalah fenomena alam yang sulit dihindari. Namun, sangat ironis jika warga harus melintasi jalan rusak dan berlubang di tengah genangan air. Infrastruktur dasar harus diperkuat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” ujar Saidi, Selasa (9/12/2025).

Politisi PKS ini mengkritik pola perbaikan jalan yang bersifat “tambal sulam”. Ia menilai metode tersebut tidak efektif untuk wilayah rawan banjir rob karena jalan akan cepat kembali rusak, sehingga memboroskan anggaran.
“Penanganan di Aluh-Aluh harus komprehensif, jangan setengah-setengah. Ke depan, penganggaran harus dievaluasi agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar perbaikan kecil yang cepat rusak,” tegasnya.
Selain infrastruktur, Saidi juga menyoroti penyaluran bantuan sosial yang belum menjangkau seluruh wilayah terdampak. Ia mencatat, dari 16 desa di Aluh-Aluh, baru tiga desa yang menerima bantuan.
“Kami minta bantuan segera didistribusikan secara merata. Masih ada 13 desa yang belum tersentuh, padahal dampak banjir rob ini semakin luas,” ungkapnya.
Saidi berharap Pemkab Banjar segera mengambil langkah strategis, baik dalam percepatan pembangunan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak dalam satu hingga dua tahun ke depan.

