Menu

Mode Gelap
Mobil Terlibat Insiden di SPBU Pelaihari, Pertamina Pastikan Tak Ada Korban Jiwa Perempuan di Pengaron Banjar Ditemukan Tewas di Sawah, Polisi Selidiki Dugaan Pembunuhan Dugaan Penimbunan Solar Disorot dalam Demo Sopir Truk Kalsel Warga Kertak Hanyar Geger, Pria Tanpa Identitas Ditemukan Tewas di Kontrakan Tragedi di Sungai Tunjang, Empat ABK Tewas di Dalam Ruang Sempit Kapal

DPRD · 9 Des 2025 18:32 WIB

Langganan Banjir ROB, DPRD Banjar Mita Peningkatan Infrastruktur di Aluh-Aluh


 Banjir ROB di Aluh-Aluh, Senin (8/12/2025). Foto: istimewa Perbesar

Banjir ROB di Aluh-Aluh, Senin (8/12/2025). Foto: istimewa

Martapura, Ricek.ID – Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Banjar, M. Saidi, mendesak pemerintah daerah memberikan perhatian khusus terhadap infrastruktur di Kecamatan Aluh-Aluh yang kerap diterjang banjir rob. Selain merusak jalan, distribusi bantuan bagi warga terdampak dinilai belum merata.

M. Saidi mengusulkan agar peningkatan kualitas jalan di wilayah tersebut beralih ke penggunaan paving block. Menurutnya, jalan berpaving lebih efektif meminimalkan genangan dan lebih tahan terhadap air dibanding aspal biasa.

“Banjir rob adalah fenomena alam yang sulit dihindari. Namun, sangat ironis jika warga harus melintasi jalan rusak dan berlubang di tengah genangan air. Infrastruktur dasar harus diperkuat agar aktivitas masyarakat tidak lumpuh,” ujar Saidi, Selasa (9/12/2025).

Anggota DPRD Banjar, M Saidi. Foto: Syahrizal/KBK

Politisi PKS ini mengkritik pola perbaikan jalan yang bersifat “tambal sulam”. Ia menilai metode tersebut tidak efektif untuk wilayah rawan banjir rob karena jalan akan cepat kembali rusak, sehingga memboroskan anggaran.

“Penanganan di Aluh-Aluh harus komprehensif, jangan setengah-setengah. Ke depan, penganggaran harus dievaluasi agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh dan permanen, bukan sekadar perbaikan kecil yang cepat rusak,” tegasnya.

Selain infrastruktur, Saidi juga menyoroti penyaluran bantuan sosial yang belum menjangkau seluruh wilayah terdampak. Ia mencatat, dari 16 desa di Aluh-Aluh, baru tiga desa yang menerima bantuan.

“Kami minta bantuan segera didistribusikan secara merata. Masih ada 13 desa yang belum tersentuh, padahal dampak banjir rob ini semakin luas,” ungkapnya.

Saidi berharap Pemkab Banjar segera mengambil langkah strategis, baik dalam percepatan pembangunan infrastruktur maupun pemenuhan kebutuhan logistik warga terdampak dalam satu hingga dua tahun ke depan.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

badge-check

Penulis

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Baca Lainnya

Tembus 411,4 Miliar, Pemkab Banjar Beberkan Faktor Pendorong Peningkatan PAD

25 Juni 2026 - 17:43 WIB

DPRD Banjar Akhirnya Tuntaskan Proses PAW Kursi yang Kosong

17 Juni 2026 - 16:01 WIB

Ketua DPRD Kalsel Siap Fasilitasi Aspirasi Mahasiswa & Undang Anggota DPR RI Dapil Kalsel

16 Juni 2026 - 17:36 WIB

Ketua DPRD Banjar Apresiasi Antusias Ribuan Santri dalam Pawai Muharam 1448 Hijriah

16 Juni 2026 - 11:43 WIB

Saidi Mansyur Sampaikan Jawaban Fraksi DPRD Banjar & Serahkan Pertanggungjawaban APBD 2025

12 Juni 2026 - 09:16 WIB

DPRD Banjar Dorong Pemkab Bentuk Tim Khusus Tangani Tanggul PT MMI yang Jebol

8 Juni 2026 - 20:03 WIB

Trending di ADVERTORIAL