RICEKNEWS.ID – Bulan Februari tahun 2025, kalau tidak ada perubahan jadwal, sesuai dengan hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Banjarbaru yang dilaksanakan tepatnya pada 27 November 2024 lalu, Kota Banjarbaru bakal berganti kepemimpinan.
Politisi Partai PDI Perjuangan, Putra Qomaluddin Attar Nurriqli, Sabtu (21/12), yang akrab disapa Bang Qomal ini, menyoroti seperti apa kepemimpinan baru di kota yang berjuluk Kota Idaman itu.
Ia menilai terhadap kepemimpinan di Kota Banjarbaru yang akan datang, tentu sangat bergantung pada kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Ada beberapa area yang bisa dioptimalkan untuk mencapai kemajuan yang lebih baik di Banjarbaru,” ucapnya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Banjarbaru ini menyebut, pembangunan Infrastruktur adalah area yang wajib di optimalkan.
Diantaranya yang perlu lebih diperhatikan sebut Bang Qomal, peningkatan infrastruktur, baik jalan, jembatan, dan fasilitas publik.
Meskipun Kota Banjarbaru menurutnya sudah berkembang pesat, namun beberapa ruas jalan dan fasilitas publik masih membutuhkan perbaikan dan pemeliharaan yang lebih baik.
“Terutama di perluasan jalan bukan protokol, yang susah berselisihan harus banyak pembebasan, karena banyak jalur penghantar ke jalan protokol yang sudah mulai padat,” cetusnya.
Disisi Ekonomi Kreatif dan UMKM, ia juga berharap, pengembangan lebih digencarkan.
“Banjarbaru memiliki potensi besar di sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Pemerintah daerah bisa lebih proaktif dalam mendukung pelaku usaha kecil, mulai dari pelatihan hingga akses pasar yang lebih luas. Inovasi dalam promosi produk lokal juga bisa meningkatkan perekonomian kota.” papar Ketua HIPMI Kalsel ini.
Bang Qomal juga berharap Kepemerintahan yang akan datang lebih memperhatikan partisipasi masyarakat dalam pengambilan keputusan.
“Salah satu yang perlu ditingkatkan adalah transparansi dan partisipasi masyarakat dalam proses pengambilan keputusan,” tegasnya.
Karena tegas Bang Qomal, dengan melibatkan warga dalam pembangunan dan perencanaan, kepemimpinan dapat lebih mencerminkan kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Meskipun ada alur musrenbang dan sebagainya, harus lebih optimal membuka ruang komunikasi bagi komunitas-komunitas,” imbaunya.
Secara keseluruhan ia berharap, untuk kepemimpinan baru di Banjarbaru adalah menciptakan kota yang lebih inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
“Kepemimpinan yang responsif terhadap perubahan zaman dan mampu mengatasi tantangan masa depan sangat dibutuhkan,” inginnya.

