Martapura, Ricek.ID – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar mengungkapkan penyebab kebakaran paling dominan yaitu arus pendek listrik atau korslet pada tahun 2025.
Kepala DPKP Banjar, Agus Siswanto mengatakan, rumah terbakar yang mengalami korsleting karena kabel semrawut dan aus.
“Tidak bisa disalahkan juga warga karena biasanya terjepit kondisi ekonomi untuk memperbaiki kabel itu. Kalau kami selalu melakukan pencegahan berupa sosialisasi penanganan pertama kebakaran,” kata Agus, Selasa (24/2/2026).
Sementara itu, terkait capaian kinerja tidak tercapai saat Rapat Evaluasi Pembangunan 2025 kemarin, Agus menambahkan kalau kebakaran tidak bisa diprediksi.
“Kebakaran itu ‘unpredictable’ (tidak dapat diprediksi). Nah dari penanggulangan kebarakan itu kami tidak mencapai target terbalik. Target yang ditentukan oleh Bappedalitbang tidak boleh lebih dari 61 kebakaran. Tapi pada tahun 2025 terjadi 65 kebakaran,” tambahnya.

Ia melanjutkan, enam puluh lima kebakaran itu berdampak kepada 86 unit bangunan.
“tiga puluh sembilan bangunan rusak parah, sepuluh rusak sedang, dan 37 bangunan rusak ringan. Rata-rata penyebab kebakaran di antara bangunan itu ya karena korsleting listrik yang dipicu kondisi jaringan instalasi listrik sudah memasuki masa aus dan perlu peremajaan secara massif,” pungkasnya.
Keterhambatan ekonomi dalam memelihara jaringan instalasi listrik di setiap rumah warga perlu intervensi oleh pemerintah. Terutama Pembangkit Listrik Negara (PLN) seharusnya memberikan program yang dapat mengurangi kejadian kebakaran. Agar kebakaran yang dapat menghabisi harta, benda, manusia sekalipun dapat dicegah.
Pewarta: Haris Pranata
Editor: Hendra

