Seekor monyet bernasib malang dievakuasi hingga dirawat oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Banjar.
Hewan primata itu diselamatkan dari atap rumah di Jalan Pintu Air Tanjung Rema, Martapura, Kabupaten Banjar, setelah menerima laporan warga, Senin (5/8/2024).
Terdapat luka bakar di bagian tubuh dan ekornya. Kondisinya lemah dan kurus. Saking lemahnya, monyet liar itu tidak dapat menggerakkan ototnya.
Dari luka bakar itu, para petugas DPKP Banjar langsung mengenalinya. “Ini monyet yang kena setrum aliran listrik bertegangan tinggi pada Kamis 18 Juli lalu,” ucap Andri Rifai didampingi Hafiz dan Obi, petugas DPKP Banjar yang menangani monyet tersebut.
Pada Kamis itu, kata Andri, pihaknya menerima laporan warga bahwa seekor monyet kesetrum pada kabel listrik bertegangan tinggi di Jalan Pintu Air. Akibatnya, terjadi korslet dan listrik padam. Peristiwa itu disaksikan warga.
“Setelah dicari, petugas tidak menemukan monyet tersebut. Hingga dua pekan berselang baru ditemukan dengan kondisi sudah memprihatinkan,” ungkap Andri.
Selesai proses evakuasi, petugas langsung mengantar monyet itu ke tim medis hewan di Dinas Pertanian Banjar, guna diberi perawatan.
“Kondisinya demam, panasnya mencapai empat puluh derajat, juga tidak dapat makan meski disuapi. Setelah diberikan penenang dan obat demam, baru ia bisa tidur untuk beristirahat,” ungkap Andri.
Kini, monyet ini dalam pangkuan petugas DPKP Banjar. Biasanya hewan yang dievakuasi dikarantina dulu selama 3 hari, kemudian dirilis bebas ke kawasan hutan. Itu sudah jadi SOP DPKP Banjar.
“Untuk monyet ini kami berinisiatif menunggu dulu hingga dia benar – benar sembuh. Setidaknya bisa menggerakkan tubuhnya untuk makan, baru kami lepas liarkan,” pungkasnya.
Penulis: Haris Pranata
Editor: Hendra Lianor

