Ricek.ID, Martapura– Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) terus menunjukkan komitmennya dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir di sejumlah wilayah.
Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara berkelanjutan menyalurkan bantuan melalui berbagai perangkat daerah, termasuk ke wilayah dengan dampak cukup parah seperti Kabupaten Banjar dan Kabupaten Tabalong.
Pada Jumat (2/1/2026) pagi, bantuan dari Gubernur H. Muhidin disalurkan kepada warga Desa Pesayangan, Kecamatan Martapura Kabupaten Banjar. Penyaluran bantuan dilakukan melalui Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Selatan dengan mengerahkan satu unit kendaraan pikap yang membawa sebanyak 300 paket sembako untuk masyarakat terdampak banjir.
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Gubernur Kalimantan Selatan agar seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) turun langsung ke lapangan dan hadir di tengah masyarakat yang terdampak bencana.
Sejumlah SKPD Pemprov Kalsel telah lebih dulu bergerak menyalurkan bantuan di berbagai wilayah. Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran menyalurkan makanan siap saji serta obat-obatan di kawasan Tajau Landung dan Sungai Tabuk. Sementara itu, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah membagikan bantuan sembako secara langsung ke rumah-rumah warga.
Bantuan serupa juga disalurkan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan di Teluk Selong Ulu dan Martapura Barat, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman di Desa Sungai Rangas Tengah, Dinas Kehutanan di Lok Buntar, serta Dinas Perhubungan di wilayah Kurau.
Selain itu, sejumlah SKPD lainnya seperti Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pariwisata, BPSDMD, Dinas Perdagangan, PMPTSP, UKPBJ, Dinas Kesehatan, BKD, dan Dinas Lingkungan Hidup turut menyalurkan bantuan di berbagai desa terdampak banjir.
Tidak hanya SKPD, Staf Ahli, Tenaga Ahli, serta para Asisten Gubernur juga turun langsung ke lapangan sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran pemerintah daerah di tengah masyarakat. Gubernur H. Muhidin juga menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Tabalong melalui Sekretaris DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Jaini.
Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setdaprov Kalsel, Berkatullah, mengatakan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi banjir merupakan amanah langsung dari Gubernur Kalimantan Selatan.
“Seluruh elemen Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan diterjunkan ke daerah terdampak banjir atas instruksi Bapak Gubernur. Kami hadir untuk memberikan bantuan sekaligus memantau kondisi banjir secara langsung,” ujarnya saat meninjau lokasi banjir di Desa Pesayangan, RT 07.
Ia berharap kondisi banjir dapat segera membaik sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti sedia kala. “Semoga air segera surut dan warga dapat kembali menempati rumah masing-masing,” harapnya.
Banjir di kawasan Desa Pesayangan terjadi sejak Sabtu (27/12/2025). Tingginya curah hujan menyebabkan debit air terus meningkat hingga merendam permukiman warga dan memaksa sebagian warga untuk mengungsi.
Salah seorang warga terdampak, Zainuddin, menyebutkan bahwa banjir tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya dan merupakan banjir kiriman dari daerah tetangga.
“Air mulai naik sejak Sabtu pagi dan bertahan hingga beberapa hari, bahkan sampai malam Senin,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi bantuan logistik yang telah diterima warga. Menurutnya, pada Senin malam sekitar 300 kepala keluarga terdampak telah menerima bantuan makanan yang dibagikan secara merata.
“Semua kebagian, baik rumah yang di depan maupun di dalam permukiman. Ini bentuk kepedulian bersama,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Fatmah Noor Makiyah (61), warga Desa Pesayangan. Ia mengaku rumahnya sempat terendam cukup tinggi, namun saat ini kondisi air mulai berangsur surut. Bahkan, rumahnya kini menjadi tempat singgah bagi keluarga lain yang turut terdampak banjir.
“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran dan bantuan dari pemerintah. Ini sangat meringankan beban kami. Terima kasih Bapak Gubernur,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air banjir sempat mencapai setinggi lutut orang dewasa. Saat ini, air dilaporkan telah surut sekitar 20 sentimeter. Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan terus memantau perkembangan situasi serta menyiapkan langkah-langkah lanjutan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak banjir.

