Ricek.ID, Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, merespons wacana kunjungan kerja Presiden dan Wakil Presiden RI ke Kalimantan Selatan. Dua agenda utama yang menjadi perhatian dalam rencana kunjungan tersebut adalah peninjauan pascabanjir di Kabupaten Balangan dan program Sekolah Rakyat.
Terkait banjir di Balangan, H. Muhidin membenarkan bahwa debit air sempat meninggi hingga mencapai atap rumah, memaksa warga menyelamatkan diri ke bagian atas bangunan. Namun, ia memastikan kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan kini telah surut total.
“Dampak banjir hanya menimbulkan kerusakan ringan. Dalam kurun waktu tiga hingga lima jam, air sudah surut dan kondisi kembali normal. Jalan-jalan yang terendam juga sudah dapat dilalui,” ujar H. Muhidin di Banjarbaru, Selasa (6/1/2026).
Gubernur menambahkan, mengingat kondisi lapangan yang sudah kondusif, penanganan dampak banjir saat ini cukup dilakukan oleh pemerintah daerah setempat. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menyatakan kesiapannya untuk mengambil peran langsung jika diperlukan tindak lanjut yang lebih besar.
Selain isu banjir, H. Muhidin juga menyoroti agenda peninjauan Sekolah Rakyat jika kunjungan Presiden terealisasi pada tanggal 12 Januari mendatang.
Ia menyebut fasilitas Sekolah Rakyat di Kalsel sudah sangat memadai, mencakup laboratorium komputer, asrama, jaminan konsumsi, hingga pendidikan keagamaan.
“Sekolah ini ditujukan khusus bagi anak putus sekolah dari keluarga tidak mampu melalui seleksi ketat di setiap kabupaten/kota. Jika orang tuanya mampu, tentu tidak masuk kriteria,” tegasnya.
Hingga saat ini, Gubernur menegaskan jadwal kunjungan Presiden masih bersifat tentatif. Pihaknya masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak Istana mengingat padatnya agenda kepresidenan. “Kita menunggu kepastian. Kalau jadi, tentu kita siap menyambut,” pungkasnya.

