Martapura, Ricek.ID – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) mengajak insan pers untuk lebih melibatkan anak dalam proses jurnalistik. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi Informasi Layak Anak yang digelar di Aula Kantor Dinsos P3AP2KB Banjar, Senin (23/2/2026).
Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Provinsi Kalimantan Selatan, Andrian Anwari, menegaskan bahwa Informasi Layak Anak merupakan satu dari 24 indikator utama dalam program Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA). Indikator ini memiliki keterkaitan langsung dengan empat pilar pembangunan anak, salah satunya peran media massa.
“Jika salah satu pilar tidak berjalan, maka pembangunan anak tidak dapat berlangsung optimal. Media memiliki posisi yang sangat strategis,” ujar Andrian usai kegiatan.
Menurutnya, selama ini media telah memiliki pedoman etik dalam pemberitaan. Namun, ke depan media diharapkan tidak hanya memberitakan isu-isu tentang anak, melainkan juga melibatkan anak secara aktif dalam proses jurnalistik.
Keterlibatan tersebut dapat diwujudkan melalui pelatihan menulis, praktik wawancara, serta edukasi jurnalistik bagi anak-anak, termasuk yang tergabung dalam Forum Anak Daerah. Kolaborasi itu bahkan dapat diperkuat melalui nota kesepahaman atau perjanjian kerja sama antara pemerintah daerah dan organisasi media.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinsos P3AP2KB Kabupaten Banjar, Merilu Ripner, menjelaskan bahwa kegiatan ini secara khusus menghadirkan wartawan sebagai salah satu pilar penting dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak.
“Media massa merupakan bagian dari empat pilar KLA. Kami ingin membangun kolaborasi, khususnya dalam menyajikan informasi yang benar-benar layak anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, target kegiatan ini tidak hanya mendorong pemberitaan yang ramah anak, tetapi juga membangun kolaborasi nyata antara wartawan dan anak-anak di Kabupaten Banjar, baik melalui Forum Anak Daerah maupun organisasi anak lainnya.
Selama ini, insan pers dinilai telah banyak memberitakan prestasi anak maupun berbagai persoalan yang mereka hadapi. Informasi tersebut bahkan menjadi masukan penting bagi Gugus Tugas Kabupaten Layak Anak. Meski demikian, kolaborasi langsung antara media dan anak dinilai masih perlu ditingkatkan.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan media tidak sekadar menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi ruang tumbuh dan belajar bagi anak-anak di Kabupaten Banjar, demi terwujudnya daerah yang benar-benar Layak Anak.
Pewarta: Haris Pranata

