Martapura, Ricek.ID – Semangat dan haru menyelimuti prosesi pelepasan kader terbaik Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Banjar, Hj Raudhah, yang siap mengharumkan nama daerah di panggung internasional. Qariah andalan Banjar itu akan berlaga dalam ajang Majelis Tilawah Antar Bangsa Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Melaka, Malaysia, pada 3–7 Maret 2026.
Keberangkatan Hj Raudhah dilepas secara resmi oleh Bupati Banjar, Saidi Mansyur, sebagai bentuk dukungan penuh pemerintah daerah terhadap kader berprestasi di bidang tilawah Al-Qur’an.
Langkah Hj Raudhah menuju Negeri Jiran bukan sekadar partisipasi seremonial. Ia membawa misi besar: mengangkat marwah Kabupaten Banjar yang dikenal sebagai “Serambi Mekkah” ke panggung dunia Melayu dan Islam internasional.
Dengan penuh ketulusan dan tekad, Hj Raudhah menyampaikan pesan emosional menjelang keberangkatannya.
“Dengan kerendahan hati namun penuh tekad membaja, ulun mengetuk pintu langit dan memohon doa restu seluruh masyarakat Kabupaten Banjar agar diberikan ketenangan dan kemudahan saat mengibarkan bendera daerah di panggung Malaysia nanti. Dukungan luar biasa dari Bapak Bupati H Saidi Mansyur adalah bahan bakar utama dan amunisi motivasi yang membakar semangat ulun untuk tampil habis-habisan demi meraih hasil maksimal di kancah dunia,” ujarnya.
Mendampingi dalam momen tersebut, Sekretaris II LPTQ Kabupaten Banjar, H Nisfuani, memastikan seluruh aspek persiapan telah dimatangkan. Menurutnya, pengurus LPTQ berkomitmen memberikan dukungan penuh agar sang qariah dapat fokus tampil optimal.
“Kami dari pengurus LPTQ akan terus mengawal keberangkatan dan memastikan segala kebutuhan teknis Hj Raudhah selama berada di Melaka terpenuhi dengan sempurna. Sebagaimana arahan Bupati Banjar agar kader kita mendapatkan fasilitas dan dukungan terbaik tanpa celah, sehingga beliau bisa fokus memberikan performa terbaiknya,” jelasnya.
Ajang yang digelar oleh jaringan Dunia Melayu Dunia Islam ini mempertemukan para qariah dan qari terbaik dari berbagai negara serumpun. Keikutsertaan Kabupaten Banjar dalam forum internasional tersebut menjadi bukti keberhasilan pola pembinaan tilawah yang dilakukan pemerintah daerah bersama LPTQ.
Partisipasi ini diharapkan menjadi momentum strategis untuk menunjukkan kualitas religiusitas dan tradisi keislaman Banjar di mata masyarakat Melayu dunia, sekaligus memperkuat identitas daerah sebagai salah satu pusat pengembangan tilawah Al-Qur’an di Indonesia.

