Paser, Ricek.ID – Kebakaran hebat melanda permukiman warga di Desa Muara Adang, Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, Kamis (26/02) sekitar pukul 16.35 WITA. Kobaran api dengan cepat melahap rumah-rumah warga, menyebabkan puluhan bangunan rata dengan tanah dan ratusan jiwa terdampak.
Asap tebal membumbung tinggi dari lokasi kejadian. Api diduga dengan cepat merambat akibat tiupan angin kencang, terlebih sebagian besar rumah warga terbuat dari material kayu yang mudah terbakar. Informasi awal diterima redaksi melalui pesan berantai WhatsApp berupa video yang memperlihatkan kobaran api terus membesar dan sulit dikendalikan pada awal kejadian.
Desa Muara Adang diketahui berjarak sekitar 30 kilometer dari ibu kota Kecamatan Long Ikis. Wilayah pesisir ini berbatasan dengan Desa Teluk Waru dan berada segaris dengan Muara Telake di Kecamatan Longkali.
Kondisi angin kencang saat peristiwa terjadi sejalan dengan rilis dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang sebelumnya mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap aktivitas di wilayah pantai dan pegunungan.
Pelaksana Camat Long Ikis, Marwan, saat dikonfirmasi menyampaikan dirinya tengah bersiap menuju lokasi kejadian.
“Empat unit damkar sudah di lokasi,” ujarnya singkat.
Ia merinci, armada pemadam kebakaran yang dikerahkan masing-masing berasal dari Long Ikis, Longkali, Kuaro, serta satu unit dari markas PMK Kabupaten Paser. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif untuk mencegah api meluas ke permukiman lain.
Kapolsek Long Ikis juga membenarkan kejadian tersebut.
“Anggota sudah di lokasi untuk membantu pengamanan dan memberikan arahan. Detail laporan menyusul,” katanya.
Meski api secara bertahap mulai dapat dikendalikan menjelang malam, petugas masih melakukan pendinginan di sejumlah titik api untuk mengantisipasi kebakaran susulan.
Aktivis kemanusiaan Agus Santosa S.Pd., M.Pd., melalui Yayasan Sosial Dipasana yang dipimpinnya, menyatakan akan turun langsung ke lokasi pada Jumat (27/02) bersama tim guna menyalurkan bantuan serta melakukan koordinasi lintas institusi.
Sementara itu, Kepala Bidang Kebencanaan, Ema Harmani, menyebut pihaknya tengah bersiap mengambil langkah sesuai kewenangan sembari menunggu data resmi warga terdampak.
“Kami bersiap sambil menunggu data warga terdampak,” ujarnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada informasi resmi mengenai lokasi penampungan sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal. Aparat dan pemerintah setempat masih melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kebutuhan mendesak para korban dapat segera terpenuhi.
Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 45 rumah dilaporkan terbakar. Peristiwa ini berdampak pada 58 kepala keluarga atau total 173 jiwa. Rinciannya, 100 orang dewasa, 20 anak usia sekolah, 30 balita, 5 ibu hamil, serta 13 lansia.

