Banjarbaru, Ricek.ID – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, memastikan kegiatan belajar mengajar selama bulan Ramadan tetap berjalan optimal. Kepastian itu disampaikannya saat melakukan kunjungan sekaligus melaunching program ketahanan pangan berbasis sekolah di SDN 1 Mentaos Banjarbaru, Selasa (3/3/2026).
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menjaga kualitas pendidikan di bulan puasa, sekaligus memperkuat edukasi kemandirian pangan sejak dini di lingkungan sekolah dasar.
Agenda launching di tingkat SD ini sebelumnya sempat tertunda saat peluncuran tahap awal program ketahanan pangan tingkat kota yang turut dihadiri pejabat kementerian. Namun, Pemko Banjarbaru segera menjadwalkan ulang agar sekolah yang telah direncanakan tetap mendapatkan pendampingan langsung.
“Hari ini jadwal yang sempat tertunda akhirnya bisa terealisasi. Selain silaturahmi dengan anak-anak, kita juga melaunching ketahanan pangan berbasis sekolah untuk tingkat SD. Sebelumnya sudah kita mulai di SMP,” ujar Lisa.
Dalam kegiatan monitoring tersebut, Wali Kota bersama jajaran Dinas Pendidikan Banjarbaru meninjau langsung sejumlah ruang kelas. Ia memastikan proses pembelajaran tetap berjalan efektif dan variatif, mulai dari pendidikan agama, pembelajaran tahap awal, hingga matematika, meskipun jam belajar mengalami penyesuaian selama Ramadan.
“Tadi kita lihat pembelajaran tetap berjalan dengan baik dan bervariasi. Anak-anak juga tetap semangat meski sedang berpuasa,” katanya.
Selain memantau proses belajar mengajar, Lisa juga meninjau pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis bagi siswa selama Ramadan. Ia memastikan kebutuhan gizi anak-anak tetap terpenuhi dengan jam belajar yang berlangsung hingga pukul 10.30 Wita.
“Alhamdulillah pembagian MBG cukup untuk anak-anak, dan jam pulang kita sesuaikan agar mereka tetap fokus belajar,” ucapnya.
Momentum tersebut sekaligus menandai dimulainya gerakan penanaman ketahanan pangan berbasis sekolah tingkat SD secara menyeluruh di Kota Banjarbaru. Program ini akan diterapkan di seluruh SD dan SMP dengan pendampingan penyuluh dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Banjarbaru.
Pemko Banjarbaru berharap penguatan ketahanan pangan dapat dimulai dari lingkungan sekolah, sekaligus menanamkan nilai kemandirian serta kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik sejak dini.
“Kita ingin guru dan siswa mendapat edukasi tentang cara menanam dan merawat tanaman agar hasilnya bermanfaat. Ini akan kita terapkan di semua sekolah,” tutupnya.

