Martapura, Ricek.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Bauntung Batuah menyebut Pasar Pusat Perbelanjaan Sekumpul (PPS) Martapura merupakan pasar percontohan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
Direktur Utama (Dirut) Perumda Pasar, Rusdiansyah melalui Sekretaris, Gusti Andriansyah mengatakan, pasar PPS Martapura akan ditata secara bertahap.
“Biar (pedagang) tidak balik ke depan lagi. Sesuai apa yang jar pak dirut, pasar PPS Martapura itu adalah pasar percontohan,” kata Andri, Rabu (4/3/2026).
Andri menambahkan, terkait jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura, mereka telah mengirimkan surat proposal kepada Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Banjar.
“Kami sudah menyurati mereka (PUPRP Banjar). Semoga pekerjaan di pasar PPS Martapura bisa terlaksana secepatnya tanpa kendala,” lanjutnya.
Selain jalan rusak dan becek di pasar PPS Martapura. Drainase dan sanitasi limbah menjadi sorotan.
“Kan jalan itu jadi prioritas utama bagi pedagang. Kalau drainase dan sanitasi limbah kami belum menyurati dinas terkait. Tapi untuk penerangan jalan umum (PJU) sudah kami surati ke dinas lingkungan hidup,” tutupnya.
Senada, Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPRP Banjar, Andri Yunan Pratama mengatakan, memang Perumda Pasar belum melakukan komunikasi kepada pihak mereka terkait drainase di pasar PPS Martapura.
“Karena sebelumnya ada pedagang memang mengusulkan untuk melebarkan drainase. Tapi kami tidak bisa bekerja karena tidak berwenang. Kecuali ada komunikasi atau surat proposal dari Perumda Pasar. Sampai sekarang belum ada surat yang kami terima,” ujar Andri.
Andri menambahkan, sebenarnya para pedagang di sana terkadang membuang limbah ke saluran drainase.
“Padahal limbah itu sudah jadi Black Water. Dampak paling terasa itu keluar aroma tidak sedap karena drainase tersumbat. Drainase itu cuman penyalur air limpasan aja,” pungkasnya.
Pewarta: Haris Pranata

